Selasa, 27 Maret 2012

Mental miskin dan Kaya


Hanya sedikit orang yang memiliki keberuntungan seperti Evelyn Adams. Wanita “paling beruntung sedunia” tersebut memenangkan lotere New Jersey sampai dua kali pada tahun 1985 dan 1986 sejumlah 4,5 juta dolar! Dengan uang sebanyak itu tentu Evelyn dapat pensiun kaya raya. Namun apa yang terjadi tidak seperti itu. Tidak lama kemudian, kekayaan Evelyn ludes dan iya kembali hidup disebuah karavan sederhana.

Mengapa bisa demikian? Evelyn Adams boleh saja kaya mendadak secara finansial. Namun kalau mentalnya tidak ikut menjadi “kaya”, atau dengan kata lain masih memiliki mental miskin, maka caranya memperlakukan uang juga akan keliru. Akibatnya, iya kembali jatuh miskin. Kisah malang “Wanita paling beruntung sedunia” tersebut menunjukan bahwa mental kita, pola pikir kita, atau sikap kita saat mengelola uang sangat menentukan apakah kita akan menjadi orang yang berhasil atau tidak dikemudian hari. Jika kita masih memiliki mental miskin, khususnya dalam hal mengelola uang, maka sebanyak
apapun uang yang diberikan kepada kita akan menguap dengan cepat dan habis percuma.
Mental miskin selalu fokus pada hal-hal yang konsumtif, sedangkan mental kaya lebih memfokuskan pada investasi. Mental miskin akan bingung bagaimana menghabiskan uangnya, sedangkan mental kaya akan berusaha untuk mengembangkan uangnya. Mental miskin segera merubah gaya hidup saat penghasilannya bertambah, sedangkan mental kaya menjaga gaya hidupya tetap bersahaja. Sebagai orang percaya, kita selalu mengingatkan bahwa berkat dan kekayaan yang kita miliki hanyalah titipan. Itu semua kepunyaan Tuhan, kita hanya dipercaya sebagai pengelola saja. Jika kita gagal menjadi pengelola yang baik, maka bisa saja Tuhan memindahkan kepercayaan tersebut kepada orang lain. Bila kita ingat posisi kita hanyalah pengelola dan bukan pemilik, maka kita akan berusaha hati-hati dan bertanggung jawab dalam mengelola keuangan kita. Kita selalu berusaha untuk “melek finansial” bukan “buta finansial”. Karna itu milikilah mental kaya!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

misi : membangun kekayaan mental manusia indonesia demi kehidupan yang lebih bernilai

slogan : bosan kita menderita ! saatnya bersama! bangun indonesia !